Data deret waktu punya karakter khusus: urutan memberi makna dan pola masa lalu membantu meramal masa depan. Section ini berjalan dari konsep dasar — tren, musiman, stasioneritas — menuju teknik dekomposisi, pemulusan dengan moving average dan exponential smoothing, model ARIMA, forecasting berbasis fitur machine learning, lalu evaluasi dan validasi deret waktu yang menghormati urutan, ditutup kesadaran akan keterbatasan prediksi.
Kenali ciri data deret waktu, indeks waktu pandas, dan resampling.
Buka → # Tren dan MusimanPisahkan pengertian tren, musiman, dan siklus dari data nyata.
Buka → # StasioneritasUji stasioneritas secara visual dan statistik lalu stabilkan dengan differencing.
Buka → # Dekomposisi Deret WaktuPecah deret menjadi komponen tren, musiman, dan sisa dengan statsmodels.
Buka → # Moving AverageHaluskan deret dengan simple dan centered moving average sebagai alat baca tren.
Buka → # Exponential SmoothingRamalkan dengan pemulusan eksponensial dan Holt-Winters.
Buka → # Model Autoregressive (AR)Pahami model AR dari persamaan dan ACF/PACF hingga penerapannya.
Buka → # ARIMABangun model ARIMA dengan menentukan orde dari data hingga peramalan.
Buka → # Forecasting dengan Machine LearningUbah peramalan menjadi masalah supervised dengan fitur lag dan model gradient boosting.
Buka → # Evaluasi ForecastingEvaluasi ramalan dengan MAE, MAPE, dan pembanding naive.
Buka → # Validasi Deret WaktuValidasi dengan time series split yang menjaga urutan waktu.
Buka → # Keterbatasan Prediksi Deret WaktuPahami batas peramalan: perubahan struktural, horizon panjang, dan interval ketidakpastian.
Buka →