Sistem desain menjaga konsistensi visual dan mempercepat pengembangan. Section ini membahas membangun design tokens, skala warna, tipografi, dan spacing, lalu menyusunnya menjadi tema terang dan gelap yang mudah ditukar.
Susun design tokens menjadi sistem tiga tier yang terarah: nilai primitive, alias semantik, dan konsumsi di tingkat komponen.
Buka → # Color PalettesBangun palet warna berupa ramp 50-900 untuk warna netral dan aksen, lalu turunkan variasinya dengan color-mix().
Buka → # Typography ScaleSusun skala tipografi berbasis rasio 1.25 sebagai custom properties agar hierarki teks konsisten di seluruh sistem desain.
Buka → # Spacing ScaleTerapkan skala spasi berbasis kelipatan 4px sebagai custom properties untuk padding, margin, dan gap yang konsisten.
Buka → # Component StatesRancang hover, focus, active, dan disabled sebagai kontrak visual per state yang konsisten untuk setiap komponen.
Buka → # Dark ModeBangun dark mode dengan token semantik, media query prefers-color-scheme, dan fungsi light-dark().
Buka → # Prefers-color-schemeKenali media query prefers-color-scheme, perilaku default headless, emulasi DevTools, dan kombinasinya dengan override data-tema.
Buka → # Theme Switching OverviewRangkai pola theme switching lengkap: atribut data-tema, penimpaan token, transisi halus, dan penyimpanan preferensi dengan localStorage.
Buka → # Reusable Design SystemTutup section dengan prinsip sistem desain yang dapat dipakai ulang: tokens, komponen inti, dokumentasi, versioning, dan checklist adopsinya.
Buka →