Flexbox adalah alat layout satu dimensi yang paling sering kita pakai sehari-hari: navigation bar, tombol berjajar, dan kartu sebaris. Section ini membahas cara kerja flex container dan flex items secara bertahap, dari sumbu hingga pola layout yang lazim dipakai produksi.
Kenali dua peran utama flexbox: flex container yang mengatur tata letak dan flex items yang tersusun di dalamnya.
Buka → # Main Axis dan Cross AxisPahami dua sumbu flexbox — main axis dan cross axis — beserta arah keduanya pada baris dan kolom.
Buka → # Flex DirectionAtur arah penyusunan flex items dengan flex-direction: row, row-reverse, column, dan column-reverse.
Buka → # Justify ContentDistribusikan ruang kosong pada main axis dengan justify-content, dari flex-start hingga space-evenly.
Buka → # Align Items dan Align SelfSejajarkan flex items pada cross axis dengan align-items dan timpa satu item dengan align-self.
Buka → # Flex WrapIzinkan flex items pindah baris dengan flex-wrap dan pahami perilaku default nowrap yang menyusutkan items.
Buka → # Flex Grow, Flex Shrink, dan Flex BasisKuasai flex-grow, flex-shrink, dan flex-basis untuk mengatur bagaimana flex items mengambil dan melepas ruang di main axis.
Buka → # GapBerikan jarak antar flex items dengan row-gap, column-gap, dan shorthand gap — tanpa margin tambahan.
Buka → # Flexbox Layout PatternsTerapkan pola layout flexbox yang lazim: navbar, perfect centering, media object, kartu dengan footer terdorong, dan sticky footer.
Buka →