Setelah pemain bisa menang, kita perlu sistem skor yang memberi penghargaan pada tebakan cepat. Pada bagian ini kita menambahkan dua fungsi: game_hitung_skor (versi cepat tanpa validasi) dan game_hitung_skor_aman (versi yang menolak input tidak valid). Pemisahan ini mengajarkan prinsip penting: API internal boleh mempercayai pemanggilnya, tetapi API yang menghadap pengguna atau test harus defensif.

Konsep #

Formula skor yang kita pilih sederhana: skor penuh 100 bila menang di ronde 1, lalu berkurang 10 poin per ronde tambahan. Secara matematis: skor = 100 - (ronde_menang - 1) * 10. Menang di ronde 5 menghasilkan 100 - 40 = 60, dan menang di ronde 10 menghasilkan 100 - 90 = 10. Bila ronde menang melebihi 10, skor menjadi negatif — kita potong ke 0 agar tidak absurd.

Terdapat dua pendekatan validasi:

  1. Versi cepat (game_hitung_skor): mempercayai pemanggil memberi ronde yang valid (1-10). Cocok untuk pemanggil internal yang sudah diverifikasi.
  2. Versi aman (game_hitung_skor_aman): memeriksa rentang input dan memulangkan 0 bila di luar. Cocok untuk pemanggil eksternal seperti main.c yang menerima input dari pengguna.

Pemisahan dua fungsi ini bukan redundansi — ini pengakuan bahwa kontrak pemanggil berbeda. Test runner dapat memverifikasi keduanya: fungsi aman menangani input jahat, fungsi cepat mengasumsikan input sudah baik.

Implementasi #

Fungsi skor di game.c:

c
int game_hitung_skor(int ronde_menang) {
    int pengurangan = (ronde_menang - 1) * 10;
    int skor = GAME_SKOR_AWAL - pengurangan;
    if (skor < 0) skor = 0;
    return skor;
}

int game_hitung_skor_aman(int ronde_menang) {
    if (ronde_menang < 1 || ronde_menang > GAME_MAKS_RONDE) {
        return 0;
    }
    return game_hitung_skor(ronde_menang);
}

Pemanggilan di main.c:

c
if (menang) {
    int skor = game_hitung_skor_aman(ronde_menang);
    printf("\nSelamat! Angka rahasia: %d\n", rahasia);
    printf("Anda menang di ronde %d dengan skor %d.\n", ronde_menang, skor);
}

Kode Lengkap #

Deklarasi di game.h:

c
int game_hitung_skor(int ronde_menang);
int game_hitung_skor_aman(int ronde_menang);

Implementasi di game.c:

c
int game_hitung_skor(int ronde_menang) {
    int pengurangan = (ronde_menang - 1) * 10;
    int skor = GAME_SKOR_AWAL - pengurangan;
    if (skor < 0) skor = 0;
    return skor;
}

int game_hitung_skor_aman(int ronde_menang) {
    if (ronde_menang < 1 || ronde_menang > GAME_MAKS_RONDE) {
        return 0;
    }
    return game_hitung_skor(ronde_menang);
}

Pengujian #

Jalankan program dengan urutan tebakan yang berakhir menang. Karena angka rahasia acak, kita perlu percobaan berulang untuk mendapatkan kemenangan:

bash
gcc -std=c11 -Wall -Wextra -o /tmp/p2b4 main.c game.c
printf '50\n25\n12\n6\n3\n1\n2\n4\n5\n7\n' | /tmp/p2b4

Output yang Dihasilkan (bila rahasia = 7):

text
=== Game Tebak Angka ===
Saya menyimpan angka antara 1 sampai 100.
Anda punya 10 ronde untuk menebak.

Tebakan Anda: Ronde 1: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 2: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 3: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 4: Tebakan terlalu kecil.
Tebakan Anda: Ronde 5: Tebakan terlalu kecil.
Tebakan Anda: Ronde 6: Tebakan terlalu kecil.
Tebakan Anda: Ronde 7: Tebakan terlalu kecil.
Tebakan Anda: Ronde 8: Tebakan terlalu kecil.
Tebakan Anda: Ronde 9: Tebakan terlalu kecil.
Tebakan Anda: Ronde 10: Tebakan benar!

Selamat! Angka rahasia: 7
Anda menang di ronde 10 dengan skor 10.

Verifikasi formula skor dengan cepat via test runner (akan ditulis penuh di Bagian 5):

bash
cat > /tmp/skor_test.c << 'EOF'
#include "game.h"
#include <stdio.h>
#include <assert.h>
int main(void) {
    assert(game_hitung_skor_aman(1) == 100);
    assert(game_hitung_skor_aman(5) == 60);
    assert(game_hitung_skor_aman(10) == 10);
    assert(game_hitung_skor_aman(0) == 0);
    assert(game_hitung_skor_aman(99) == 0);
    printf("Semua assertion skor lulus.\n");
    return 0;
}
EOF
gcc -std=c11 -Wall -Wextra -I/home/z/my-project/content/c/proyek-c/proyek-02-game-tebak-angka/ -o /tmp/skor_test /tmp/skor_test.c /home/z/my-project/content/c/proyek-c/proyek-02-game-tebak-angka/game.c && /tmp/skor_test

Output yang Dihasilkan:

text
Semua assertion skor lulus.

Mari kita telaah baris-baris kunci pada game_hitung_skor_aman:

  1. Baris if (ronde_menang < 1 || ronde_menang > GAME_MAKS_RONDE): cek rentang dilakukan di awal. Bila input tidak valid, fungsi langsung memulangkan 0 tanpa menjalankan logika skor.
  2. Baris return game_hitung_skor(ronde_menang);: setelah validasi, kita mendelegasikan ke versi cepat. Pola ini disebut thin wrapper — fungsi aman membungkus fungsi cepat tanpa duplikasi logika.
  3. Baris int pengurangan = (ronde_menang - 1) * 10; di game_hitung_skor: ronde_menang - 1 karena ronde 1 tidak mengurangi poin. Hasilnya berupa skor menurun secara linear.
  4. Baris if (skor < 0) skor = 0;: clamp ke 0 untuk mencegah skor negatif yang tidak masuk akal. Tanpa clamp, game_hitung_skor(15) akan menghasilkan -40.
  5. Baris assert(...) di test: macro assert dari <assert.h> membatalkan program bila kondisi salah. Cocok untuk invariant internal; untuk validasi input pengguna, gunakan cek eksplisit dengan return code.

Bagian 5 akan menyusun ulang seluruh kode menjadi modul final dengan test runner.

Berkas Sumber

Berkas pendukung halaman ini dapat diunduh dan dijalankan langsung sesuai penjelasan di atas.

game.c

Unduh berkas
c
/* game.c -- implementasi logika game tebak angka. */

#include "game.h"

#include <stdlib.h>
#include <time.h>

void game_init(void) {
    /* Seed generator dengan waktu saat ini. */
    srand((unsigned int)time(NULL));
}

int game_angka_rahasia(void) {
    /* rand() % N menghasilkan nilai [0, N-1]; kita geser ke rentang yang diinginkan. */
    int rentang = GAME_TEBAK_MAKS - GAME_TEBAK_MIN + 1;
    return GAME_TEBAK_MIN + (rand() % rentang);
}

TebakStatus game_periksa(int tebak, int rahasia, int ronde_kini) {
    if (ronde_kini > GAME_MAKS_RONDE) {
        return TEBAK_HABIS;
    }
    if (tebak < GAME_TEBAK_MIN || tebak > GAME_TEBAK_MAKS) {
        return TEBAK_INVALID;
    }
    if (tebak == rahasia) {
        return TEBAK_BENAR;
    }
    if (tebak < rahasia) {
        return TEBAK_KECIL;
    }
    return TEBAK_BESAR;
}

int game_hitung_skor(int ronde_menang) {
    /* Setiap ronde setelah ronde 1 mengurangi 10 poin. */
    int pengurangan = (ronde_menang - 1) * 10;
    int skor = GAME_SKOR_AWAL - pengurangan;
    if (skor < 0) skor = 0;
    return skor;
}

int game_hitung_skor_aman(int ronde_menang) {
    /* Versi yang menolak input tidak valid. */
    if (ronde_menang < 1 || ronde_menang > GAME_MAKS_RONDE) {
        return 0;
    }
    return game_hitung_skor(ronde_menang);
}

const char *game_rentang_teks(void) {
    static char buffer[32];
    snprintf(buffer, sizeof(buffer), "%d sampai %d",
             GAME_TEBAK_MIN, GAME_TEBAK_MAKS);
    return buffer;
}

main.c

Unduh berkas
c
/* main.c -- titik masuk game tebak angka.
 *
 * Memisahkan logika (game.c) dari I/O (main.c) supaya game.c dapat diuji
 * tanpa menyimulasikan keyboard.
 */

#include "game.h"

#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>

/* Membaca satu integer dari stdin.
 * Mengembalikan 1 bila berhasil, 0 bila input tidak terurai, -1 bila EOF.
 */
static int baca_int(const char *prompt, int *out) {
    char buffer[64];
    printf("%s", prompt);
    if (fgets(buffer, sizeof(buffer), stdin) == 0) return -1;
    char *sisa = 0;
    long nilai = strtol(buffer, &sisa, 10);
    if (sisa == buffer) return 0;
    *out = (int)nilai;
    return 1;
}

static const char *status_pesan(TebakStatus s) {
    switch (s) {
        case TEBAK_BENAR:  return "Tebakan benar!";
        case TEBAK_KECIL:  return "Tebakan terlalu kecil.";
        case TEBAK_BESAR:  return "Tebakan terlalu besar.";
        case TEBAK_INVALID:return "Tebakan di luar rentang yang sah.";
        case TEBAK_HABIS:  return "Ronde sudah habis.";
        default:           return "Status tidak dikenal.";
    }
}

int main(void) {
    game_init();
    int rahasia = game_angka_rahasia();

    printf("=== Game Tebak Angka ===\n");
    printf("Saya menyimpan angka antara %s.\n", game_rentang_teks());
    printf("Anda punya %d ronde untuk menebak.\n\n", GAME_MAKS_RONDE);

    int menang = 0;
    int ronde_menang = 0;

    for (int ronde = 1; ronde <= GAME_MAKS_RONDE; ronde++) {
        int tebak = 0;
        int hasil_baca = baca_int("Tebakan Anda: ", &tebak);
        if (hasil_baca == -1) {
            printf("\nInput berakhir (EOF). Berhenti.\n");
            break;
        }
        if (hasil_baca == 0) {
            printf("Input tidak valid. Coba lagi.\n");
            ronde--;   /* jangan pakai ronde untuk input invalid */
            continue;
        }

        TebakStatus s = game_periksa(tebak, rahasia, ronde);
        printf("Ronde %d: %s\n", ronde, status_pesan(s));

        if (s == TEBAK_INVALID) {
            ronde--;   /* input invalid tidak mengurangi ronde */
            continue;
        }
        if (s == TEBAK_BENAR) {
            menang = 1;
            ronde_menang = ronde;
            break;
        }
    }

    if (menang) {
        int skor = game_hitung_skor_aman(ronde_menang);
        printf("\nSelamat! Angka rahasia: %d\n", rahasia);
        printf("Anda menang di ronde %d dengan skor %d.\n", ronde_menang, skor);
    } else {
        printf("\nMaaf, ronde habis. Angka rahasia: %d\n", rahasia);
    }
    return 0;
}

tests.c

Unduh berkas
c
/* tests.c -- rangkaian test untuk modul game. */

#include "game.h"

#include <stdio.h>

static int lulus = 0;
static int gagal = 0;

#define PERIKSA(kondisi, nama)                              \
    do {                                                    \
        if (kondisi) { lulus++; printf("[LULUS] %s\n", nama); } \
        else { gagal++; printf("[GAGAL] %s\n", nama); }     \
    } while (0)

static void test_rentang_rahasia(void) {
    /* Karena angka acak, kita tes sebanyak 1000 kali untuk memastikan
     * seluruh hasil berada dalam rentang sah.
     */
    game_init();
    int semua_sah = 1;
    for (int i = 0; i < 1000; i++) {
        int r = game_angka_rahasia();
        if (r < GAME_TEBAK_MIN || r > GAME_TEBAK_MAKS) {
            semua_sah = 0;
            break;
        }
    }
    PERIKSA(semua_sah, "Angka rahasia selalu di rentang sah");
}

static void test_periksa_benar(void) {
    TebakStatus s = game_periksa(50, 50, 1);
    PERIKSA(s == TEBAK_BENAR, "Tebakan 50 dengan rahasia 50 -> BENAR");
}

static void test_periksa_kecil(void) {
    TebakStatus s = game_periksa(30, 50, 1);
    PERIKSA(s == TEBAK_KECIL, "Tebakan 30 dengan rahasia 50 -> KECIL");
}

static void test_periksa_besar(void) {
    TebakStatus s = game_periksa(70, 50, 1);
    PERIKSA(s == TEBAK_BESAR, "Tebakan 70 dengan rahasia 50 -> BESAR");
}

static void test_periksa_invalid(void) {
    TebakStatus s = game_periksa(0, 50, 1);
    PERIKSA(s == TEBAK_INVALID, "Tebakan 0 di luar rentang -> INVALID");
}

static void test_periksa_habis(void) {
    TebakStatus s = game_periksa(50, 50, GAME_MAKS_RONDE + 1);
    PERIKSA(s == TEBAK_HABIS, "Ronde > MAKs -> HABIS");
}

static void test_skor_ronde1(void) {
    int skor = game_hitung_skor_aman(1);
    PERIKSA(skor == GAME_SKOR_AWAL, "Menang ronde 1 -> skor penuh");
}

static void test_skor_ronde5(void) {
    int skor = game_hitung_skor_aman(5);
    PERIKSA(skor == 60, "Menang ronde 5 -> skor 60");
}

static void test_skor_invalid(void) {
    int skor = game_hitung_skor_aman(0);
    PERIKSA(skor == 0, "Ronde 0 -> skor 0");
    skor = game_hitung_skor_aman(GAME_MAKS_RONDE + 1);
    PERIKSA(skor == 0, "Ronde > MAKs -> skor 0");
}

int main(void) {
    test_rentang_rahasia();
    test_periksa_benar();
    test_periksa_kecil();
    test_periksa_besar();
    test_periksa_invalid();
    test_periksa_habis();
    test_skor_ronde1();
    test_skor_ronde5();
    test_skor_invalid();
    printf("\nRingkasan: %d lulus, %d gagal\n", lulus, gagal);
    return gagal == 0 ? 0 : 1;
}