Angka rahasia sudah ada; sekarang kita perlu kerangka loop untuk menampung input pengguna selama 10 ronde. Pada bagian ini kita mendefinisikan enum TebakStatus untuk merepresentasikan hasil setiap tebakan, dan fungsi game_periksa yang memulangkan enum tersebut. Loop for di main.c akan memanggil fungsi ini lalu menampilkan pesan yang sesuai.
Konsep #
Loop game yang baik punya tiga properti: batas ronde eksplisit, keluar lebih awal saat menang, dan tidak menghitung ronde untuk input invalid. Loop for (int ronde = 1; ronde <= GAME_MAKS_RONDE; ronde++) memberi batas eksplisit 10 iterasi. break mengakhiri loop saat pengguna menang. Untuk input invalid (tebakan di luar rentang), kita menurunkan ronde-- sebelum continue agar iterasi itu diabaikan.
Enum TebakStatus membuat dispatch bersih dan tipe-safe. Setiap nilai enum punya makna semantik yang jelas: TEBAK_BENAR, TEBAK_KECIL, TEBAK_BESAR, TEBAK_INVALID, TEBAK_HABIS. Pemanggil main.c memakai switch pada status tersebut untuk menentukan pesan yang ditampilkan.
Implementasi #
Enum dan prototipe fungsi di game.h:
typedef enum {
TEBAK_BENAR = 0,
TEBAK_KECIL = 1,
TEBAK_BESAR = 2,
TEBAK_INVALID = 3,
TEBAK_HABIS = 4
} TebakStatus;
TebakStatus game_periksa(int tebak, int rahasia, int ronde_kini);Implementasi game_periksa:
TebakStatus game_periksa(int tebak, int rahasia, int ronde_kini) {
if (ronde_kini > GAME_MAKS_RONDE) return TEBAK_HABIS;
if (tebak < GAME_TEBAK_MIN || tebak > GAME_TEBAK_MAKS) return TEBAK_INVALID;
if (tebak == rahasia) return TEBAK_BENAR;
if (tebak < rahasia) return TEBAK_KECIL;
return TEBAK_BESAR;
}Loop utama di main.c:
for (int ronde = 1; ronde <= GAME_MAKS_RONDE; ronde++) {
int tebak = 0;
if (!baca_int("Tebakan Anda: ", &tebak)) {
printf("Input tidak valid. Coba lagi.\n");
ronde--; /* input invalid tidak mengurangi ronde */
continue;
}
TebakStatus s = game_periksa(tebak, rahasia, ronde);
printf("Ronde %d: %s\n", ronde, status_pesan(s));
if (s == TEBAK_INVALID) {
ronde--;
continue;
}
if (s == TEBAK_BENAR) {
menang = 1;
ronde_menang = ronde;
break;
}
}Kode Lengkap #
Enum dan prototipe tambahan di game.h:
typedef enum {
TEBAK_BENAR = 0,
TEBAK_KECIL = 1,
TEBAK_BESAR = 2,
TEBAK_INVALID = 3,
TEBAK_HABIS = 4
} TebakStatus;
TebakStatus game_periksa(int tebak, int rahasia, int ronde_kini);Fungsi game_periksa di game.c:
TebakStatus game_periksa(int tebak, int rahasia, int ronde_kini) {
if (ronde_kini > GAME_MAKS_RONDE) return TEBAK_HABIS;
if (tebak < GAME_TEBAK_MIN || tebak > GAME_TEBAK_MAKS) return TEBAK_INVALID;
if (tebak == rahasia) return TEBAK_BENAR;
if (tebak < rahasia) return TEBAK_KECIL;
return TEBAK_BESAR;
}Potongan loop utama di main.c (versi lengkap menyusul Bagian 5):
for (int ronde = 1; ronde <= GAME_MAKS_RONDE; ronde++) {
int tebak = 0;
if (!baca_int("Tebakan Anda: ", &tebak)) {
printf("Input tidak valid. Coba lagi.\n");
ronde--;
continue;
}
TebakStatus s = game_periksa(tebak, rahasia, ronde);
printf("Ronde %d: %s\n", ronde, status_pesan(s));
if (s == TEBAK_INVALID) { ronde--; continue; }
if (s == TEBAK_BENAR) {
menang = 1;
ronde_menang = ronde;
break;
}
}Pengujian #
Kompilasi dan jalankan. Karena rahasia acak, output Anda akan berbeda dari contoh:
gcc -std=c11 -Wall -Wextra -o /tmp/p2b2 main.c game.c
printf '50\n75\n88\n94\n97\n98\n99\n100\n95\n96\n' | /tmp/p2b2Output yang Dihasilkan (contoh — angka rahasia berubah tiap detik):
=== Game Tebak Angka ===
Saya menyimpan angka antara 1 sampai 100.
Anda punya 10 ronde untuk menebak.
Tebakan Anda: Ronde 1: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 2: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 3: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 4: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 5: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 6: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 7: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 8: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 9: Tebakan terlalu besar.
Tebakan Anda: Ronde 10: Tebakan terlalu besar.
Maaf, ronde habis. Angka rahasia: 46Mari kita telaah baris-baris kunci pada game_periksa:
- Baris
if (ronde_kini > GAME_MAKS_RONDE) return TEBAK_HABIS;: cek batas ronde dilakukan pertama karena pemanggil mungkin saja tidak konsisten — bila ronde sudah lewat batas, kita pulangkan status yang berbeda dariINVALIDagar logika di main dapat membedakan. - Baris
if (tebak < MIN || tebak > MAKs) return TEBAK_INVALID;: validasi rentang dilakukan sebelum perbandingan dengan rahasia. Tanpa cek ini, tebakan0atau999akan dikategorikan sebagaiTEBAK_KECILatauTEBAK_BESAR— menyesatkan pengguna. - Baris
if (tebak == rahasia) return TEBAK_BENAR;: pembandingan equality pada integer aman (tidak seperti floating-point). Memulangkan lebih awal menghemat branching berikutnya. - Baris
if (tebak < rahasia) return TEBAK_KECIL;: satu-satunya jalur yang tersisa.return TEBAK_BESAR;di akhir fungsi tidak perluelsekarenareturnsebelumnya sudah keluar.
Bagian 3 akan memperketat validasi tebakan agar pesan error lebih informatif.
Berkas Sumber
Berkas pendukung halaman ini dapat diunduh dan dijalankan langsung sesuai penjelasan di atas.
game.c
Unduh berkas/* game.c -- implementasi logika game tebak angka. */
#include "game.h"
#include <stdlib.h>
#include <time.h>
void game_init(void) {
/* Seed generator dengan waktu saat ini. */
srand((unsigned int)time(NULL));
}
int game_angka_rahasia(void) {
/* rand() % N menghasilkan nilai [0, N-1]; kita geser ke rentang yang diinginkan. */
int rentang = GAME_TEBAK_MAKS - GAME_TEBAK_MIN + 1;
return GAME_TEBAK_MIN + (rand() % rentang);
}
TebakStatus game_periksa(int tebak, int rahasia, int ronde_kini) {
if (ronde_kini > GAME_MAKS_RONDE) {
return TEBAK_HABIS;
}
if (tebak < GAME_TEBAK_MIN || tebak > GAME_TEBAK_MAKS) {
return TEBAK_INVALID;
}
if (tebak == rahasia) {
return TEBAK_BENAR;
}
if (tebak < rahasia) {
return TEBAK_KECIL;
}
return TEBAK_BESAR;
}
int game_hitung_skor(int ronde_menang) {
/* Setiap ronde setelah ronde 1 mengurangi 10 poin. */
int pengurangan = (ronde_menang - 1) * 10;
int skor = GAME_SKOR_AWAL - pengurangan;
if (skor < 0) skor = 0;
return skor;
}
int game_hitung_skor_aman(int ronde_menang) {
/* Versi yang menolak input tidak valid. */
if (ronde_menang < 1 || ronde_menang > GAME_MAKS_RONDE) {
return 0;
}
return game_hitung_skor(ronde_menang);
}
const char *game_rentang_teks(void) {
static char buffer[32];
snprintf(buffer, sizeof(buffer), "%d sampai %d",
GAME_TEBAK_MIN, GAME_TEBAK_MAKS);
return buffer;
}
main.c
Unduh berkas/* main.c -- titik masuk game tebak angka.
*
* Memisahkan logika (game.c) dari I/O (main.c) supaya game.c dapat diuji
* tanpa menyimulasikan keyboard.
*/
#include "game.h"
#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
/* Membaca satu integer dari stdin.
* Mengembalikan 1 bila berhasil, 0 bila input tidak terurai, -1 bila EOF.
*/
static int baca_int(const char *prompt, int *out) {
char buffer[64];
printf("%s", prompt);
if (fgets(buffer, sizeof(buffer), stdin) == 0) return -1;
char *sisa = 0;
long nilai = strtol(buffer, &sisa, 10);
if (sisa == buffer) return 0;
*out = (int)nilai;
return 1;
}
static const char *status_pesan(TebakStatus s) {
switch (s) {
case TEBAK_BENAR: return "Tebakan benar!";
case TEBAK_KECIL: return "Tebakan terlalu kecil.";
case TEBAK_BESAR: return "Tebakan terlalu besar.";
case TEBAK_INVALID:return "Tebakan di luar rentang yang sah.";
case TEBAK_HABIS: return "Ronde sudah habis.";
default: return "Status tidak dikenal.";
}
}
int main(void) {
game_init();
int rahasia = game_angka_rahasia();
printf("=== Game Tebak Angka ===\n");
printf("Saya menyimpan angka antara %s.\n", game_rentang_teks());
printf("Anda punya %d ronde untuk menebak.\n\n", GAME_MAKS_RONDE);
int menang = 0;
int ronde_menang = 0;
for (int ronde = 1; ronde <= GAME_MAKS_RONDE; ronde++) {
int tebak = 0;
int hasil_baca = baca_int("Tebakan Anda: ", &tebak);
if (hasil_baca == -1) {
printf("\nInput berakhir (EOF). Berhenti.\n");
break;
}
if (hasil_baca == 0) {
printf("Input tidak valid. Coba lagi.\n");
ronde--; /* jangan pakai ronde untuk input invalid */
continue;
}
TebakStatus s = game_periksa(tebak, rahasia, ronde);
printf("Ronde %d: %s\n", ronde, status_pesan(s));
if (s == TEBAK_INVALID) {
ronde--; /* input invalid tidak mengurangi ronde */
continue;
}
if (s == TEBAK_BENAR) {
menang = 1;
ronde_menang = ronde;
break;
}
}
if (menang) {
int skor = game_hitung_skor_aman(ronde_menang);
printf("\nSelamat! Angka rahasia: %d\n", rahasia);
printf("Anda menang di ronde %d dengan skor %d.\n", ronde_menang, skor);
} else {
printf("\nMaaf, ronde habis. Angka rahasia: %d\n", rahasia);
}
return 0;
}
tests.c
Unduh berkas/* tests.c -- rangkaian test untuk modul game. */
#include "game.h"
#include <stdio.h>
static int lulus = 0;
static int gagal = 0;
#define PERIKSA(kondisi, nama) \
do { \
if (kondisi) { lulus++; printf("[LULUS] %s\n", nama); } \
else { gagal++; printf("[GAGAL] %s\n", nama); } \
} while (0)
static void test_rentang_rahasia(void) {
/* Karena angka acak, kita tes sebanyak 1000 kali untuk memastikan
* seluruh hasil berada dalam rentang sah.
*/
game_init();
int semua_sah = 1;
for (int i = 0; i < 1000; i++) {
int r = game_angka_rahasia();
if (r < GAME_TEBAK_MIN || r > GAME_TEBAK_MAKS) {
semua_sah = 0;
break;
}
}
PERIKSA(semua_sah, "Angka rahasia selalu di rentang sah");
}
static void test_periksa_benar(void) {
TebakStatus s = game_periksa(50, 50, 1);
PERIKSA(s == TEBAK_BENAR, "Tebakan 50 dengan rahasia 50 -> BENAR");
}
static void test_periksa_kecil(void) {
TebakStatus s = game_periksa(30, 50, 1);
PERIKSA(s == TEBAK_KECIL, "Tebakan 30 dengan rahasia 50 -> KECIL");
}
static void test_periksa_besar(void) {
TebakStatus s = game_periksa(70, 50, 1);
PERIKSA(s == TEBAK_BESAR, "Tebakan 70 dengan rahasia 50 -> BESAR");
}
static void test_periksa_invalid(void) {
TebakStatus s = game_periksa(0, 50, 1);
PERIKSA(s == TEBAK_INVALID, "Tebakan 0 di luar rentang -> INVALID");
}
static void test_periksa_habis(void) {
TebakStatus s = game_periksa(50, 50, GAME_MAKS_RONDE + 1);
PERIKSA(s == TEBAK_HABIS, "Ronde > MAKs -> HABIS");
}
static void test_skor_ronde1(void) {
int skor = game_hitung_skor_aman(1);
PERIKSA(skor == GAME_SKOR_AWAL, "Menang ronde 1 -> skor penuh");
}
static void test_skor_ronde5(void) {
int skor = game_hitung_skor_aman(5);
PERIKSA(skor == 60, "Menang ronde 5 -> skor 60");
}
static void test_skor_invalid(void) {
int skor = game_hitung_skor_aman(0);
PERIKSA(skor == 0, "Ronde 0 -> skor 0");
skor = game_hitung_skor_aman(GAME_MAKS_RONDE + 1);
PERIKSA(skor == 0, "Ronde > MAKs -> skor 0");
}
int main(void) {
test_rentang_rahasia();
test_periksa_benar();
test_periksa_kecil();
test_periksa_besar();
test_periksa_invalid();
test_periksa_habis();
test_skor_ronde1();
test_skor_ronde5();
test_skor_invalid();
printf("\nRingkasan: %d lulus, %d gagal\n", lulus, gagal);
return gagal == 0 ? 0 : 1;
}