Game tebak angka tidak akan menarik bila angka rahasianya selalu sama di setiap percobaan. Pada bagian ini kita memakai pustaka <stdlib.h> dan <time.h> untuk menghasilkan angka acak yang berbeda setiap kali program dijalankan. Kita juga menetapkan konstanta rentang tebakan (1 sampai 100) sebagai #define agar mudah diubah tanpa menyentuh logika.
Konsep #
Fungsi rand() di C menghasilkan bilangan bulat pseudo-random dalam rentang [0, RAND_MAX]. Nilai RAND_MAX minimal 32767 menurut standar, cukup besar untuk kebutuhan kita. Tanpa pemanggilan srand() terlebih dahulu, rand() selalu menghasilkan urutan yang sama persis di setiap run program — kelakuan yang berguna untuk debugging namun tidak untuk game.
Untuk membuat tiap run berbeda, kita memanggil srand(time(NULL)) di awal program. time(NULL) dari <time.h> mengembalikan jumlah detik sejak epoch (1 Januari 1970), sehingga nilai seed berubah setiap detik. Strategi ini cukup baik untuk game; untuk kebutuhan keamanan (kriptografi), kita memerlukan sumber entropy yang lebih kuat seperti /dev/urandom.
Untuk memetakan rand() ke rentang custom [min, maks], kita pakai formula min + (rand() % (maks - min + 1)). Modulo % menghasilkan sisa dalam [0, N-1], lalu kita geser dengan min. Sebagai contoh, bila min=1 dan maks=100, formula menghasilkan [1, 100].
Implementasi #
Kita mulai dengan game.h yang menetapkan konstanta rentang dan prototipe fungsi:
#define GAME_TEBAK_MIN 1
#define GAME_TEBAK_MAKS 100
void game_init(void);
int game_angka_rahasia(void);
const char *game_rentang_teks(void);Implementasi di game.c:
#include "game.h"
#include <stdlib.h>
#include <time.h>
void game_init(void) {
srand((unsigned int)time(NULL));
}
int game_angka_rahasia(void) {
int rentang = GAME_TEBAK_MAKS - GAME_TEBAK_MIN + 1;
return GAME_TEBAK_MIN + (rand() % rentang);
}Fungsi game_rentang_teks mengembalikan teks seperti “1 sampai 100” untuk ditampilkan ke pengguna:
const char *game_rentang_teks(void) {
static char buffer[32];
snprintf(buffer, sizeof(buffer), "%d sampai %d",
GAME_TEBAK_MIN, GAME_TEBAK_MAKS);
return buffer;
}Kode Lengkap #
Berkas game.h untuk Bagian 1:
#ifndef GAME_H
#define GAME_H
#include <stdio.h>
#define GAME_TEBAK_MIN 1
#define GAME_TEBAK_MAKS 100
#define GAME_MAKS_RONDE 10
#define GAME_SKOR_AWAL 100
void game_init(void);
int game_angka_rahasia(void);
const char *game_rentang_teks(void);
#endif /* GAME_H */Berkas main.c minimal untuk Bagian 1:
#include "game.h"
#include <stdio.h>
int main(void) {
game_init();
int rahasia = game_angka_rahasia();
printf("Angka rahasia (debug): %d\n", rahasia);
printf("Rentang: %s\n", game_rentang_teks());
return 0;
}Pengujian #
Kompilasi dan jalankan beberapa kali. Karena seed berbasis waktu, kita perlu menjalankan program dengan jeda minimal 1 detik untuk melihat angka berbeda:
gcc -std=c11 -Wall -Wextra -o /tmp/p2b1 main.c game.c
/tmp/p2b1; sleep 1; /tmp/p2b1; sleep 1; /tmp/p2b1Output yang Dihasilkan (contoh):
Angka rahasia (debug): 67
Rentang: 1 sampai 100
Angka rahasia (debug): 96
Rentang: 1 sampai 100
Angka rahasia (debug): 46
Rentang: 1 sampai 100Angka rahasia yang berbeda di setiap run membuktikan bahwa srand(time(NULL)) bekerja. Mari kita telaah baris-baris kunci pada game_angka_rahasia:
- Baris
int rentang = GAME_TEBAK_MAKS - GAME_TEBAK_MIN + 1;: variabel lokalrentangmenyimpan banyaknya nilai sah dalam rentang. Untuk[1, 100],rentang = 100.+1penting karena selisihMAKS - MINhanya memberi 99, bukan 100. - Baris
return GAME_TEBAK_MIN + (rand() % rentang);:rand() % rentangmenghasilkan[0, 99], lalu ditambahGAME_TEBAK_MIN(1) menghasilkan[1, 100]. Operator%lebih rendah prioritasnya daripada+, jadi tanda kurung wajib. - Baris
srand((unsigned int)time(NULL));: cast keunsigned intkarenatime_tbisa bertipelong—srandmenerimaunsigned int. Tanpa cast, compiler dapat memperingatkan konversi. - Baris
static char buffer[32];digame_rentang_teks: bufferstaticbertahan setelah fungsi selesai, sehingga aman mengembalikan pointer ke buffer tersebut. Tanpastatic, buffer lokal akan hancur saat fungsi selesai dan pointer yang dipulangkan menjadi dangling.
Bagian 2 akan memakai angka rahasia ini di dalam loop 10 ronde.
Berkas Sumber
Berkas pendukung halaman ini dapat diunduh dan dijalankan langsung sesuai penjelasan di atas.
game.c
Unduh berkas/* game.c -- implementasi logika game tebak angka. */
#include "game.h"
#include <stdlib.h>
#include <time.h>
void game_init(void) {
/* Seed generator dengan waktu saat ini. */
srand((unsigned int)time(NULL));
}
int game_angka_rahasia(void) {
/* rand() % N menghasilkan nilai [0, N-1]; kita geser ke rentang yang diinginkan. */
int rentang = GAME_TEBAK_MAKS - GAME_TEBAK_MIN + 1;
return GAME_TEBAK_MIN + (rand() % rentang);
}
TebakStatus game_periksa(int tebak, int rahasia, int ronde_kini) {
if (ronde_kini > GAME_MAKS_RONDE) {
return TEBAK_HABIS;
}
if (tebak < GAME_TEBAK_MIN || tebak > GAME_TEBAK_MAKS) {
return TEBAK_INVALID;
}
if (tebak == rahasia) {
return TEBAK_BENAR;
}
if (tebak < rahasia) {
return TEBAK_KECIL;
}
return TEBAK_BESAR;
}
int game_hitung_skor(int ronde_menang) {
/* Setiap ronde setelah ronde 1 mengurangi 10 poin. */
int pengurangan = (ronde_menang - 1) * 10;
int skor = GAME_SKOR_AWAL - pengurangan;
if (skor < 0) skor = 0;
return skor;
}
int game_hitung_skor_aman(int ronde_menang) {
/* Versi yang menolak input tidak valid. */
if (ronde_menang < 1 || ronde_menang > GAME_MAKS_RONDE) {
return 0;
}
return game_hitung_skor(ronde_menang);
}
const char *game_rentang_teks(void) {
static char buffer[32];
snprintf(buffer, sizeof(buffer), "%d sampai %d",
GAME_TEBAK_MIN, GAME_TEBAK_MAKS);
return buffer;
}
main.c
Unduh berkas/* main.c -- titik masuk game tebak angka.
*
* Memisahkan logika (game.c) dari I/O (main.c) supaya game.c dapat diuji
* tanpa menyimulasikan keyboard.
*/
#include "game.h"
#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
/* Membaca satu integer dari stdin.
* Mengembalikan 1 bila berhasil, 0 bila input tidak terurai, -1 bila EOF.
*/
static int baca_int(const char *prompt, int *out) {
char buffer[64];
printf("%s", prompt);
if (fgets(buffer, sizeof(buffer), stdin) == 0) return -1;
char *sisa = 0;
long nilai = strtol(buffer, &sisa, 10);
if (sisa == buffer) return 0;
*out = (int)nilai;
return 1;
}
static const char *status_pesan(TebakStatus s) {
switch (s) {
case TEBAK_BENAR: return "Tebakan benar!";
case TEBAK_KECIL: return "Tebakan terlalu kecil.";
case TEBAK_BESAR: return "Tebakan terlalu besar.";
case TEBAK_INVALID:return "Tebakan di luar rentang yang sah.";
case TEBAK_HABIS: return "Ronde sudah habis.";
default: return "Status tidak dikenal.";
}
}
int main(void) {
game_init();
int rahasia = game_angka_rahasia();
printf("=== Game Tebak Angka ===\n");
printf("Saya menyimpan angka antara %s.\n", game_rentang_teks());
printf("Anda punya %d ronde untuk menebak.\n\n", GAME_MAKS_RONDE);
int menang = 0;
int ronde_menang = 0;
for (int ronde = 1; ronde <= GAME_MAKS_RONDE; ronde++) {
int tebak = 0;
int hasil_baca = baca_int("Tebakan Anda: ", &tebak);
if (hasil_baca == -1) {
printf("\nInput berakhir (EOF). Berhenti.\n");
break;
}
if (hasil_baca == 0) {
printf("Input tidak valid. Coba lagi.\n");
ronde--; /* jangan pakai ronde untuk input invalid */
continue;
}
TebakStatus s = game_periksa(tebak, rahasia, ronde);
printf("Ronde %d: %s\n", ronde, status_pesan(s));
if (s == TEBAK_INVALID) {
ronde--; /* input invalid tidak mengurangi ronde */
continue;
}
if (s == TEBAK_BENAR) {
menang = 1;
ronde_menang = ronde;
break;
}
}
if (menang) {
int skor = game_hitung_skor_aman(ronde_menang);
printf("\nSelamat! Angka rahasia: %d\n", rahasia);
printf("Anda menang di ronde %d dengan skor %d.\n", ronde_menang, skor);
} else {
printf("\nMaaf, ronde habis. Angka rahasia: %d\n", rahasia);
}
return 0;
}
tests.c
Unduh berkas/* tests.c -- rangkaian test untuk modul game. */
#include "game.h"
#include <stdio.h>
static int lulus = 0;
static int gagal = 0;
#define PERIKSA(kondisi, nama) \
do { \
if (kondisi) { lulus++; printf("[LULUS] %s\n", nama); } \
else { gagal++; printf("[GAGAL] %s\n", nama); } \
} while (0)
static void test_rentang_rahasia(void) {
/* Karena angka acak, kita tes sebanyak 1000 kali untuk memastikan
* seluruh hasil berada dalam rentang sah.
*/
game_init();
int semua_sah = 1;
for (int i = 0; i < 1000; i++) {
int r = game_angka_rahasia();
if (r < GAME_TEBAK_MIN || r > GAME_TEBAK_MAKS) {
semua_sah = 0;
break;
}
}
PERIKSA(semua_sah, "Angka rahasia selalu di rentang sah");
}
static void test_periksa_benar(void) {
TebakStatus s = game_periksa(50, 50, 1);
PERIKSA(s == TEBAK_BENAR, "Tebakan 50 dengan rahasia 50 -> BENAR");
}
static void test_periksa_kecil(void) {
TebakStatus s = game_periksa(30, 50, 1);
PERIKSA(s == TEBAK_KECIL, "Tebakan 30 dengan rahasia 50 -> KECIL");
}
static void test_periksa_besar(void) {
TebakStatus s = game_periksa(70, 50, 1);
PERIKSA(s == TEBAK_BESAR, "Tebakan 70 dengan rahasia 50 -> BESAR");
}
static void test_periksa_invalid(void) {
TebakStatus s = game_periksa(0, 50, 1);
PERIKSA(s == TEBAK_INVALID, "Tebakan 0 di luar rentang -> INVALID");
}
static void test_periksa_habis(void) {
TebakStatus s = game_periksa(50, 50, GAME_MAKS_RONDE + 1);
PERIKSA(s == TEBAK_HABIS, "Ronde > MAKs -> HABIS");
}
static void test_skor_ronde1(void) {
int skor = game_hitung_skor_aman(1);
PERIKSA(skor == GAME_SKOR_AWAL, "Menang ronde 1 -> skor penuh");
}
static void test_skor_ronde5(void) {
int skor = game_hitung_skor_aman(5);
PERIKSA(skor == 60, "Menang ronde 5 -> skor 60");
}
static void test_skor_invalid(void) {
int skor = game_hitung_skor_aman(0);
PERIKSA(skor == 0, "Ronde 0 -> skor 0");
skor = game_hitung_skor_aman(GAME_MAKS_RONDE + 1);
PERIKSA(skor == 0, "Ronde > MAKs -> skor 0");
}
int main(void) {
test_rentang_rahasia();
test_periksa_benar();
test_periksa_kecil();
test_periksa_besar();
test_periksa_invalid();
test_periksa_habis();
test_skor_ronde1();
test_skor_ronde5();
test_skor_invalid();
printf("\nRingkasan: %d lulus, %d gagal\n", lulus, gagal);
return gagal == 0 ? 0 : 1;
}